Tujuan kumpulan puisi online PBKS ini diwujudkan adalah untuk memartabatkan bahasa melayu kebangsaan dan bahasa nusantara di samping mengeratkan silaturrahim dan ukhuwah dalam dunia penulisan melayu nusantara di maya.Salam persaudaraan serumpun buat semua.
Pihak kami sangat menghargai karya-karya yang dikongsikan di sini. Oleh yang demikian,sebarang pengeluaran semula karya haruslah merujuk dan mendapat keizinan pihak admin terlebih dahulu.
Pihak kami sangat menghargai karya-karya yang dikongsikan di sini. Oleh yang demikian,sebarang pengeluaran semula karya haruslah merujuk dan mendapat keizinan pihak admin terlebih dahulu.
RASA ...
Dalam ketiadaan aku mencintaimu
kuraba rasa dengan mata terpejam
seuntai kata indah kurangkai didalam jiwa
untuk kutitipkan ini bila esok senja akan bergayut
aku ingin menyemai kasih bersama belaian angin
di kala sepipun aku masih bisa mencumbumu
MENJELANG
Esok akan ada anak-anak semua bangsa
Tekun mendengar cinta
Pada tanah tempat tertumpahnya
Darah-darah para pahlawan
Maka penganut fahamam penindas
Akan terdesak
Malah cuba untuk lari
Bagaikan harta-harta milik rakyat
Yang dihakkan dengan batil
Esok juga bagai penentu
Antara kiamat,syurga dan neraka dunia
MFB menjelang waktu(buat aku yang tidak bersama kalian disaat berlaku kuning itu)
Tekun mendengar cinta
Pada tanah tempat tertumpahnya
Darah-darah para pahlawan
Maka penganut fahamam penindas
Akan terdesak
Malah cuba untuk lari
Bagaikan harta-harta milik rakyat
Yang dihakkan dengan batil
Esok juga bagai penentu
Antara kiamat,syurga dan neraka dunia
MFB menjelang waktu(buat aku yang tidak bersama kalian disaat berlaku kuning itu)
HUJAN
Di manakah hujan bersembunyi
ku intai dari tabir gemawan
panas malam tak tertuang
yang terlihat bayang likat merewang
di balik pohon berkerak cendawan
mungkin pontianak pun kepanasan
menunggu hujan dimuntah awan.
Laila Mohd
Ganu kite ~
ku intai dari tabir gemawan
panas malam tak tertuang
yang terlihat bayang likat merewang
di balik pohon berkerak cendawan
mungkin pontianak pun kepanasan
menunggu hujan dimuntah awan.
Laila Mohd
Ganu kite ~
SALAM KEMBALI
Lama aku merasa, tak berkunjung atau sekadar menyapa
"selamat malam"
Lama aku,
tak berjalan di keramaian ruang ini,
Mungkin aku sudah terlupakan, atau aku melupakan diri
Malam ini, aku kembali
"Selamat malam, yang mendekati pagi, mendekati ganti hari"
dan aku mendekatkan hati
"selamat malam"
Lama aku,
tak berjalan di keramaian ruang ini,
Mungkin aku sudah terlupakan, atau aku melupakan diri
Malam ini, aku kembali
"Selamat malam, yang mendekati pagi, mendekati ganti hari"
dan aku mendekatkan hati
♥ Qalamku ♥
kutiup nafas romantisme
baitbait madah
bukan untuk kurayu
bukan menggoda!
lahir dari serelung hati
arus jiwa berdetakdetik rasa
luahan hati nan bisu
tarian pena puisiku.
kutulis
bicara
jiwahatiku
:qalamku
130512
Kota Singa
baitbait madah
bukan untuk kurayu
bukan menggoda!
lahir dari serelung hati
arus jiwa berdetakdetik rasa
luahan hati nan bisu
tarian pena puisiku.
kutulis
bicara
jiwahatiku
:qalamku
130512
Kota Singa
♥ Rinduku Tabu ♥
cintamu haram nikmat
kuteguk arak imaginasi
khayal berkepul membawaku
ke alam tahyul tiada berwarna
asyiknya mengalpakan!
aku hilang dalam tarian goda
lucutlah segala pakaian jiwa
candu kauhulurkan menagihkan!
rinduku tabu.
laknat. dosa.ternoda
pasik!
NONSEN!?!
140512
Kota Singa
kuteguk arak imaginasi
khayal berkepul membawaku
ke alam tahyul tiada berwarna
asyiknya mengalpakan!
aku hilang dalam tarian goda
lucutlah segala pakaian jiwa
candu kauhulurkan menagihkan!
rinduku tabu.
laknat. dosa.ternoda
pasik!
NONSEN!?!
140512
Kota Singa
KENANGI IBU
Ibu melahirkan bersusah payah
di jaga sakitmu hingga terlayah
segala dugaan tak pernah goyah
suci nurani tak berkeluh kesah
Cinta kasihnya biar dimengerti
tiap kesulitanmu sentiasa diperhati
segala derita sanggup meniti
asalkan anak bersenang hati.
Ibu mendengar penuh setia
tiap perkara dibawa bercerita
dinasihatimu jangan bersengketa
tidakkan sanggup engkau menderita
Sentuhan ibu memberi harap
Kasihnya zahir di dalam tatap
pilu jiwanya jarang terungkap
tidaklah rela dirimu meratap.
Begitu mulia pengorbanan ibu
kesusahanmu sentiasa dibantu
bahagia dirimu dido'akan selalu
di relung hatinya memberi restu.
Penat lelahnya tak mengharap balasan
jiwanya penuh belas kasihan
suci hatinya rela berkorban
biar mengeluh menahan perasaan
Alangkah malang nasibnya ibu
merintih pedih di dalam kalbu
seandainya anak membuat laku
sengsara hatinya menahan pilu.
Kepada ibu jangan durhaka
kelak ditimpa mala petaka
buruk akhlakmu Allah pun murka
azab dirimu di alam baqa .
Andai ibu berhati walang
mengenang nasib ditimpa malang
anak durhaka tidak mengenang
sedih hatinya tidaklah tenang.
Jadilah anak mengenang budi
elok lakumu mulia pekerti
menjaga ibu sentiasa sudi
kasih padamu membawa mati.
Hidup di dunia hanya sementara
jagalah ibu masa berada
biarlah ibu rasa bahagia
sebelum pergi meutup mata.
Che Fauziah Idris
Kuala Kurau,
Perak
14 Mei 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)