Tujuan kumpulan puisi online PBKS ini diwujudkan adalah untuk memartabatkan bahasa melayu kebangsaan dan bahasa nusantara di samping mengeratkan silaturrahim dan ukhuwah dalam dunia penulisan melayu nusantara di maya.Salam persaudaraan serumpun buat semua.

Pihak kami sangat menghargai karya-karya yang dikongsikan di sini. Oleh yang demikian,sebarang pengeluaran semula karya haruslah merujuk dan mendapat keizinan pihak admin terlebih dahulu.

Kecebur


Gelaran intuisi
di atas panggung cahaya
mengamen fiksi
setumpuk antologi
sebait ideologi
terhambur dari gelasgelas kopi
sekumpulan orangorang nyentrik
dan wacana diskusi
tentang budidaya hati
di punggung pelangi

tempalah jiwa
kumandangkan cinta
meski dari balik deretan mejameja temaram
di sudut warung apresiasi

bila kau melihat kemungkaran di muka bumi
maka buatlah puisi
dan jihadkan peperangan nurani
dengan cita rasa seni


Bulungan 30052012

Di Dirimu,Kutemui


tahukah kamu...
di dirimu, kutemui
serelung hati putih
ikhlas menyayangiku
tulus merinduiku?

kucuba hakis rasa itu
bukan aku tidak sudi
aku malu akan kekurangan
bagiku kau teramat istimewa
: sempurna

di dirimu
kutemui
cinta kuimpikan
namun aku takut
itu hanya mimpi

di dirimu
kutemui kamu
: kekasih


010612
Kota Singa

Curhat Cengeng


wahai angin,
sampaikan salamku
salam sejuta rindu
salam sejuta sayang

bisikkan pada telinganya
akan rindu merobek sabar
membuat jiwa tertekan
tersiksa dalam derita mendamba

katakan padanya juga
walau amuk dititah rajuk
aku tetap menyayangi
sampai akhir waktu

beritakan padanya
titisan haru menitis
deras mengalir di kalbu
walau cuba berkali dipujuk

wahai angin...
sampaikan salamku
salam sejuta rindu
salam sejuta sayang
: keluhan hatiku


010612
Kota Singa

Makna Kasih

 Hai pemilik jiwa
alunan irama itu
adalah milikmu


kelopak rasa kau
tabur saat hadirku
jantungku masih berdegup
bukan sebut namamu
namun senantiasa sebut
nama kekasihku yang hakiki

dengan kekasih hakiki
aku temukan
rangkaian sebaris kalimat
namamu

ku tak ingin berpaling
dari kekasihku yang hakiki
karna Ia yang pertemukan kita
enam bulan lalu

dalam puisi
indahnya khazanah wanita
kusampaikan …
kenakanlah mukena hadijah
atau gunakanlah sajadah Fatimah

maka engkau akan terlihat indah
sungguh engkau akan indah
dengan pakaian itu


Medan
Sr/ 01 May 2012

Habibi




kucelak pandangan rindumu
di alis mataku


kugincukan senyuman kasihmu
di bibirku

apakah aku salah
mendandan diriku
melibatkan setiap kamu
dalam diri ini?

kubekalkan semangat
pada setiap sentuhan sayangmu

kukuatkan hatiku nan rapuh
pada setiap ajakan bujukmu

kujahit pakaian taqwaku
pada setiap dakwahmu

adakah aku salah
mengimpikan hidup
dalam pencarian haqiqi
menggenggam erat tanganmu?

010612
Kota Singa

Beringin


Di akarmu bergantung segala ingin keserakahan
Di rimbunmu semua belatung berdasi zinahi mimpi tanpa basabasi
Kaulah kini berhala pengikat seribu pulau sejuta kemilau
Hingga busuk menjadi harum menghantar kami berkalangtanah

Tanpa putih tulang
Tanpa nisan, di negeri para tauke

Satu nusa
Satu bangsa
Satu bahasa
Satu dosa

Kembali sulursulurmu berjaya
Semakin merayaraya
Menjadi kiblat nurani bangsa
Tak lagi terkenali semua pengenal
Memekat semua salah
Merekat segala fitnah

Hingga setansetan lampau kali angke menuntut bangke
Menjelma menyosok di puja laksana dewa di riwayatmu kini

Dan memimpin lantang berteriak tanpa tanding
Tanpa mata
Tanpa telinga
Tanpa nurani
Berkulit, sewarnamu !

Mulut berucap pelo, " cang cing cong ," mendesis
Hati berdendam, " sekalang elo olang tau lasa, dalah walas dalah, wata walas wata, kita olang wenuntut walas !"

Dan rerumputan tanah merah kembali siapkan tanah
Tak peduli corak daun yang terkoyak, musnah semua tanda
Demi tonggak suci bhineka tunggal ika
Demi mereka,
Sang pendatang.

Pamulang, 01 Juni 2012
Catatan: sekalang elo olang tau lasa, dalah walas dalah, wata walas wata, kita olang wenuntut walas !" ( dialek dalam bahasa tertentu yang artinya, sekarang kalian rasa akibatnya, darah balas darah, mata balas mata, kami menuntut balas.)

Bisikan Rinduku



kamu selalu ada di hatiku
kamu selalu ada di binar mataku
saat tidurku lelap dalam malam
saat dinginku menemani
atau saat peluhku berganti desahan
dan kita terbaring dalam rimba
yang berkalang dengan belukar kasih
nikmat yang tak mampu kueja dalam bait kata

bisikan hangatmu
mesra dan manja
walau hanya suara
dan hanya suara
dalam nada angin
achhh..
bisikan rinduku
saat kau berbaring di dada hayalku
saat kau rebah di pembaringan mimpiku

bisikan rindu
dalam bisikan malam
saat jauh berbatu
aku kesendirian
dalam desahan malam tanpa puan
dalam rintihan
bisikan kerinduanku
dalam dada malam
kesepian




Telagajiwaku