Tujuan kumpulan puisi online PBKS ini diwujudkan adalah untuk memartabatkan bahasa melayu kebangsaan dan bahasa nusantara di samping mengeratkan silaturrahim dan ukhuwah dalam dunia penulisan melayu nusantara di maya.Salam persaudaraan serumpun buat semua.

Pihak kami sangat menghargai karya-karya yang dikongsikan di sini. Oleh yang demikian,sebarang pengeluaran semula karya haruslah merujuk dan mendapat keizinan pihak admin terlebih dahulu.

Di Tanah Ini


di tanah ini
air mata berceceran
tak mampu diurai
bahkan waktu membiru
mengabu dalam ragu

sejuta kenang tak mekar
hanya luka yang mengapi
di sepi


CIANJUR, 020512

Selamat Tidur Sayangku

Kalau saja aku ada di sampingmu,
ingin ku kecup keningmu,
Dan ucapkan.. Selamat Malam Sayang!
Walaupun jarak memisahkan kita,
Walaupun laut yang menghalang,
Tapi pasti sampai padamu sebuah pesan:
Selamat Tidur Sayangku



Referensi

Dialah Di Hati


dalam senduku
ada dia yang melukis tawa


dalam tawaku
ada dia yang mengukir bahagia

dalam bahagiaku
ada dia yang mencoret kenangan

dalam kenanganku
ada dia yang melakar sejarah

dalam sejarah hidupku nanti
pasti ada dia yang bertakhta
kerna dia selalu ada
di hatiku


~akubayu 143 ♥~
03 jun 2012@02:04

SimfoniMU


melodiMU simfoni hatiku
getaran mengalun lembut,
belaian indah mengusik kalbu
kuterlena di riba mimpi pelangi

tanpaku sedari,
sebutir mutiara menitis
sayu kuterasa
simfoni kasihMU memujukku

lirik dzikir syahdu
menenangkan gelora
kuhanyut tenggelam dalam
keindahan melodi simfoniMU

kutagihkan kasihMU
kurayu dalam setiap doaku
kuilhamkan bicara jiwa
tiap kali simfoniMU
mengajak aku bicara bersamaMU


020612
kota singa

Oh Adinda


pada adinda rindu bertandang
menyusun kata mengindah bicara
sekian lama kanda memandang
rindu terkurung kasih terpenjara

rasa cinta terus bersemi
pada adinda lakaran jiwa
datanglah kasih segera harumi
ke dalam mimpi rindu terbawa

cinta kanda tiada kan layu
mekar subur di jambangan hati
kulakar kasih utusan bayu
serelung rindu kuhantar ufti

cinta kanda sudah melekat
siang dan malam tiada terubat
mari adinda melukis muafakat
bertandanglah mari duhai kerabat


~ anginretak**2.26pm

Hikayat Pelarian


denyar kedebar jantung langit menghitung detikdetik pelik
suarasuara sumbang termuntahkan dari lebam rahim bumi
wajahwajah palsu berhiaskan cemas melintaslintas
lenggang nadanada ngeri dan nyeri menggeriap senyap
yang terpelanting dan geming di pusat putaran angin
: aku enggan ajukan banding pada ganas garis nasib
tajam jarum waktu biarlah terus menusuk-tusuk
kutengadahkan saja pada curang lesatan anak panah
hingga purna seluruh duka-luka-lara, hingga tiada!


Cilegon-Banten
02-06-2012

Minggu Di Victory


kabut pagi bergulung
dingin memayung
dalam kerumunan engkau berlari
ke sana ke mari tawarkan jasa bergelar sapa
senyum mengulum dari bibir yang ranum
tampak indah meski tersirat sedih

Wahai BMI...
kau punya nyali, itu pasti!
demi mereka yang menanti
kau kerap menjadi incaran imigrasi
tak takutkah engkau dinginnya terali besi?

wahai pahlawan devisa...
potensimu janganlah kau sia sia
jangan pernah berendah diri
Tuhan itu Maha Pengasih
janganlah engkau membahayakan diri


Bidadari Perindu Embun
Coswaybay, 26-02-2012