Tujuan kumpulan puisi online PBKS ini diwujudkan adalah untuk memartabatkan bahasa melayu kebangsaan dan bahasa nusantara di samping mengeratkan silaturrahim dan ukhuwah dalam dunia penulisan melayu nusantara di maya.Salam persaudaraan serumpun buat semua.

Pihak kami sangat menghargai karya-karya yang dikongsikan di sini. Oleh yang demikian,sebarang pengeluaran semula karya haruslah merujuk dan mendapat keizinan pihak admin terlebih dahulu.

Dalam Ingatan


mari menari bersama pagi yang memenggal mimpi
diiringi cerita yang kaubawa dari pedalaman kampung
sebuah romantisme yang ingin selalu kaujaga dan lanjutkan dalam ceritamu saat bersamaku. aku keghairahan disua kisah sawah dan kerbau,
hujan dan lumpur.

sawah dan kebun peninggalan atuk
masih saja tercium harumnya dari sini yang mengingatkanku pada cerita yang sering kaujaja,
meraih tawaku.

menarilah bersama pagi yang memenggal mimpi kerana dari subuh hingga larut malam kausibuk di hutan batu di negeri ungu, menyetubuhi imaginasi memuntahkannya dalam setiap lembar ingatan tentang durian, tempoyak, sepat dan haruan.
bunga bunga mengundang kumbang, tak kenal musim. aku seolah melihat emak dalam kelopak
matamu, juga haruman kopi aroma sawah dari jejari kurus itu.

"aku mengingatnya," bisikku di pendengaranmu nan jauh.


: Bintang Kartika
20120612

Belajar Memaafkan



kau timprung lagi kakiku
namun tetap tegak kuberdiri
di atas telapak sehabis menginjak duri

aku mau meringis dan menangis
sembari mengumpulkan dendam
berserakan di tungku amarah

setelah angkaraku matang
tinggal sisanya kutuangkan
mari minum bersama. sayang.

dengan sisa luka sayat
kubelajar berbagi maaf
jangan lagi kau khianat


Bandung, 12 Juni 2012

Jasadku kosong


13 gram hatimu kupinta
kau tersenyum lalu beredar
membawa hatiku bersama

hingga jasadku kosong tanpanya

120612
Kota Singa

Lautku


kala pagi terbit dari dada
keindahan laut mengajak berjumpa
dengan mimpi yang terbuka
kupergi saja
di sana
ada yang memahat cerita di karang
bahagia luka resah bimbang
digulung gelombang
hanya menanti kematian datang


: ady rosadi
130612

Sepasang Angsa Berkasih

sepasang angsa berkasih
diatas telaga diterangi purnama
yang cemburu dengan kemesraannya
rayu pejantan
saat ingin bercumbu
bangkitkan ghairah betina
yang menahan dingin telaga

lihatlah...
purnama kian resah
dalam dada hangat pejantan
lau mencari sebuah pelabuhan
dan hilang dalam gelapnya malam
dan
sepasang angsa kian hangat dalam cumbuan
dan tenangnya telaga
kehidupan


Telagajiwakku

** Sepasang angsa berkasih **

sepasang angsa berkasih
diatas telaga di terangi purnama
yang cemburu dengan kemesraan nya
rayu pejantan
saat ingin bercumbu
bangkitkan ghairah betina
yang menahan dingin telaga

lihatlah..
purnama kian resah
dalam dada hangat pejantan
lau mencari sebuah pelabuhan
dan hilang dalam gelapnya malam
dan
sepasang angsa kian hangat dalam cumbuan
dan tenangnya telaga
kehidupan

Telagajiwakku

Kataku Lawan, Kami Lawan


Sajak untuk: Wiji Thukul

katamu hanya ada satukata, Lawan !
dan awan gemawan berkabut hitam
hujan darah dimana-mana
tanah memerah
indonesiaku menangis panjang

katamu hanya ada satukata, Lawan !
dan reformasi habiskan sisa kata
fitnah dimana-mana
tulah silih berganti
indonesiaku menangis panjang

katamu hanya ada satukata, Lawan !
kesalahan kawini kebenaran
anak-anak kebohongan dimana-mana
dusta berjaya raya tanpa tanding
indonesiaku menangis panjang

katamu hanya ada satukata, Lawan !
peradaban tunjukkan kebiadaban
lolong panjang kemunafikan tak berkesudahan
tuhan dimana-mana berwajah lembut setan
indonesiaku menangis panjang

katamu hanya ada satukata, Lawan !
demi kebenaran bukan kedamaian semu
semoga engkau kini menari di awan-awan
tanpa kawan maupun lawan
indonesiaku menangis untukmu.


Pamulang 14 juni 2012

Cerita Mini 100 Kata : Kisah Cinta Dua Dunia


Karya: Ibnu Din Assingkiri

Isabella Chew berceongsam merah manakala pasangannya lelaki Romania bertuxedo labuh warna hitam sedang merenung masa depan suram di cafe tebing sungai.

“Isabella, carilah alasan lain untuk meninggalkan saya,” Vlad memecahkan kesunyian malam.

“Saya Cina, bawang putih tak dapat saya tinggalkan..., Isabella membela diri.

“Tolonglah, saya alergik bawang putih, jika berdekatan dengan pemakannya saya boleh mati, inikan pula memasak dan menyimpan di dalam rumah.” Vlad merayu.

“Jika tahu sejak dulu saya akan memilih jejaka Cina, tak ada pantang, semuanya boleh makan.” Isabella memaling muka.

“Memang tiada alasan lain Isabella?”

“Ya, Vlad Dracula. Hanya bawang putih, siapalah kami tanpanya.”

“Dasar hantu Cina!”