Tujuan kumpulan puisi online PBKS ini diwujudkan adalah untuk memartabatkan bahasa melayu kebangsaan dan bahasa nusantara di samping mengeratkan silaturrahim dan ukhuwah dalam dunia penulisan melayu nusantara di maya.Salam persaudaraan serumpun buat semua.

Pihak kami sangat menghargai karya-karya yang dikongsikan di sini. Oleh yang demikian,sebarang pengeluaran semula karya haruslah merujuk dan mendapat keizinan pihak admin terlebih dahulu.

Galau

Menepilah gundah
kini tiba giliranku
menaiki abra, menyusuri laut dangkal Dubai creek si ranah silam
Menepilah kesedihan
kini tiba giliranku, menyusuri setiap lekuk labirin bastaqiya
kota 1001 malam, saat sindabad berlari dari pintu ke pintu
membawa sekantung mutiara dan permata
Bukan sekantung gundah dan kesedihan yang aku pikul hari ini!

Abra berjalan melambat
ku berdiri di haluan
Mencoba berkawan dengan semilir angin teluk Persia
berharap sekantung gundah dan kesedihan
menjadi pepasir dan lenyap dihirup angin
andai abra menjadi kapal Sindbad, ingin kuputar haluan dan pergi hingga ke tempat
yang gunung dan laut tak kan pernah menyembunyikan
bahwa cita, cinta, rindu
adalah
sekuntum mawar segar yang tak pernah layu

No comments:

Post a Comment