gemericik menggelitik
aku berkecipak di arusmu
dingin menggerayangi bening
rasuki sela jari, ada rasa limbung
tepian tebing kembang dahlia menembang sunyi
bongkah bebatuan terbuncah basah
titian kecil lengkung, rebahi di lekuknya
gadis termangu menatapi sepi
Rumah kecil,
terkuak tingkap, menangkap landskap
denting lonceng-lonceng pipa besi,
tersaput angin lembut
wangi mawar liar tumbuh di sudut altar
Berselimut kabut teduh, menyentuh
pancuran bambu terisak di kedung kecil,
perciknya pantulkan riak-riak
sungai kecil,
menghulu di lelehan awal
menghimpun alir menuju hilir
menyelinap di setiap aral, atau mengangkanginya
memuara di cerukmu kekasih
Mahbub Junaedi
Bumiayu, 05 Mei 2012
aku berkecipak di arusmu
dingin menggerayangi bening
rasuki sela jari, ada rasa limbung
tepian tebing kembang dahlia menembang sunyi
bongkah bebatuan terbuncah basah
titian kecil lengkung, rebahi di lekuknya
gadis termangu menatapi sepi
Rumah kecil,
terkuak tingkap, menangkap landskap
denting lonceng-lonceng pipa besi,
tersaput angin lembut
wangi mawar liar tumbuh di sudut altar
Berselimut kabut teduh, menyentuh
pancuran bambu terisak di kedung kecil,
perciknya pantulkan riak-riak
sungai kecil,
menghulu di lelehan awal
menghimpun alir menuju hilir
menyelinap di setiap aral, atau mengangkanginya
memuara di cerukmu kekasih
Mahbub Junaedi
Bumiayu, 05 Mei 2012
No comments:
Post a Comment