Sayap-sayap tidak dapat lagi menerbangkanku
demikian gigil hingga bergetar tubuhku
cericit duka bak anak panah, menembus dada
tidak juga dapat mengalir darah dari luka
Hujan tidak juga reda dalam musim terakhir
ketika cerita berjatuhan di rerumput
menjadi sengat kesedihan
yang tidak lagi nampak oleh siapa
pun embun yang tersisa kemudian
Tidak ada yang dapat terungkap
dari hurufhuruf yang bisu
aksara yang terbentang pada nota ini.
~ Bintang Kartika
No comments:
Post a Comment