daun kering berserakan di tanah kering
begitu saja lama terhapus suara-suaramu
senyummu, tawamu, gelisahmu, puisimu
anakmu dari anakmu dari anakmu
menyerap laku bayangmu
pada tahun-tahun melesat tak terlewat
dari ingat, dari rintih, dari angkuh
segala keakuan silam telah tersisa puing
kegembiraan dan kekhawatiran fana
terulang pada pola sama
anakku dari anakku dari anakku
jangan sia-siakan waktu
~ Muhammad Fawaz
Bekasi, 20 Maret 2012
No comments:
Post a Comment