hati lirih berkata
ialah rindu sesungguhnya
diantara hamparan sabana
membelayang ilalang sembah
capung cinta menerbang
laksana pesawat terbang
hantarkan rindu
yg masih bisu
di balik selimut pagi
Dan kala mata terjaga
rindu kian romusha jiwa
semakin kromatis
membelah langit pagi
seandainya waktu dapat berputar
dan rindu dapat berpendar
berlabuh pada pilar hati
nun jauh di sana
selalu merindu
sedang degup jantung
terus berpacu
memompa sebuah nama
Yang selalu rindukan kalbu
biar kian rasuki
Setiap aliran darah
menuju nadi kehidupan
dan nama itu
kian tersemat dlm mahligai
kalbu.
~ Cintha Candrha Rhiendyhani
20/03/12 07:47 wib.
No comments:
Post a Comment