dan sebentang laut yang pasang surut
mencipta cahaya dari pendar antara kita
lalu memutarnya perlahan sepanjang malam.
Lalu dimainkan dawai harpa dalam lengang
pecahkan keriuhan sukma nelangsa
di mana kepak sayapnya tak henti menerbangkan debu
menggoyang dedaun layu di ranting kemuning.
Melamarmu untuk sebuah kisah lelayu
yang mencengkam pundak
hingga lebam biru
lantunkan batu tak tentu waktu.
Lalu dimainkan dawai harpa dalam lengang
mengiris janji yang tertinggal di lereng fajar
cuma malam saja mampu janjikan
datangnya pagi menjerang kedinginan.
Melamarmu untuk sebuah luka pada akhirnya
memintal jiwa tak keruan rimba
nanar tidak tahu apa dicari
hanya sepi kiranya duka selama ini.
~ Bintang kartika
No comments:
Post a Comment