(Buat Arwah Munir - meninggal pada 30/4/2011 pada usia 9 tahun)
Sebentuk puisi koyak di pelipis
menyeberangkan hanyir
menitiskan butir kerikil
di dada.
Sebentuk sunyi membusuk
menggarami pelupuk
mengalirkan asin di pipi
mengkristal di tepian.
Munir, tiada kata yang dapat dilafazkan
selain sekeping pilu.
~ Bintang Kartika
No comments:
Post a Comment